Arsip untuk ‘semua’ Kategori

h1

Kekurangan Dana, KKSP Minta BRR Bantu Selesaikan Pembangunan Rumah di Aceh Barat

April 15, 2007

Karena kekurangan dana untuk melanjutkan membangun perumahan, Yayasan KKSP menyerahkan sisa pembangunan sebanyak 81 rumah di Desa Peunaga Rayeuk dan Gunong Kleng, Kecamatan  Meurebo, Aceh Barat kepada BRR Aceh – Nias. Proses penyerahan itu sudah dilakukan Oktober 2006 lalu. 

“Ketika penandatanganan nota kesepahaman pada Agustus 2005 dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, KKSP berkomitmen membangun 180 unit rumah di Peunaga Rayeuk dan 287 rumah di Gunong Kleng. Namun anggaran yang tersedia sejak tahun 2005, tidak mencukupi lagi untuk membangun keseluruhan. Penyebabnya karena kenaikan harga material secara drastis,” kata Direktur Eksekutif Yayasan KKSP, Muhammad Jailani di Medan, Minggu  (15/4/2007). 

Peningkatan harga material, rata-rata mencapai 36 persen. Bahkan beberapa item material melejit sampai 100 persen lebih, seperti batu bata, besi dan semen. Makanya biaya pembangunan rumah juga naik. Asumsi semula biaya pembangunan satu unit rumah Rp 30 juta, meningkat jadi sekitar Rp 40 juta.  

“Dengan kondisi ini, KKSP yang membangun perumahan di Peunaga Rayeuk bekerjasama dengan Terre des Hommes (TdH) TdH Germany, dan bekerja sama dengan TdH Netherland untuk bantuan perumahan di Gunong Kleng, jelas mengalami kesulitan. Terpaksa mengurangi jumlah rumah yang akan dibangun, sesuai dana yang tersedia,” ujar Jailani.  

Di Peunaga Rayeuk, dari rencana membangun 180 unit, jumlah komitmen turun menjadi 127 unit. Berkurang sebanyak 53 unit. Sementara di Gunong Kleng, rumah yang dibangun sebanyak 243 unit, atau berkurang 28 unit. Total ada 81 rumah yang tidak mampu diselesaikan KKSP. 

“Ini adalah konsekuensi dari melambungnya harga. Sesuatu yang jauh di luar perkiraan kita kenaikannya. Memang ada estimasi kenaikan harga material, tetapi yang terjadi, kenaikannya sangat tinggi,” kata Jailani. 

Minta Bantuan BRR 

Persoalan ini, kata Jailani, selanjutnya dibicarakan dengan BRR Aceh – Nias yang diwakili J Kamal Farza, Direktur Prakarsa Pembangunan Partisipatif. Lantas pada pertemuan lanjutan pada September dan Oktober 2006 dengan menyertakan unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, UNORC. Ada beberapa poin kesepakatan. BRR pada prinsipnya bersedia membangun rumah yang tidak terselesaikan KKSP pembangunannya di Peunaga Rayeuk dan Gunong Kleng.  

Menindaklanjuti hal itu, BRR meminta KKSP untuk melakukan verifikasi calon penerima bantuan yang rumahnya sudah dibangun atau belum. Seterusnya BRR akan melakukan verifikasi lagi, agar sesuai dengan ketentuan BRR. 

“Jadi selanjutnya proses ada pada BRR, jika memang menurut verifikasi BRR lolos verifikasi lanjutan, tentu akan dibangun. Jadi masyarakat sebenarnya tidak usah khawatir,” kata Jailani. 

TdH Germany Membenarkan  

Berkaitan dengan kekurangan dana dalam pembangunan rumah ini, Sri Eni Purnamawati, Country Coordinator, TdH Germany di Indonesia, membenarkan pernyataan Muhammad Jailani. 

“Memang budget yang dialokasikan TdH Germany sejak tahun 2005 tidak mencukupi untuk merampungkan pembangunan semua rumah yang direncanakan,” kata Sri Eni Purnamawati. 

Semula dana dianggarkan sebesar Rp 11,2 miliar untuk membangun rumah di dua desa, Peunaga Rayeuk dan Peunaga Cot Ujung, Aceh Barat.  Kemudian terjadi kenaikan harga material, sehingga kebutuhan diperkirakan mencapai Rp 15,3 miliar. Proses berikutnya, TdH Germany hanya mampu mengumpulkan total bantuan menjadi Rp 13,1 miliar. Tidak seperti angka yang diharapkan, karena masih kurang sekitar Rp 2,2 miliar.  

Makanya, kata Eni, pihaknya meminta KKSP untuk melakukan pembicaraan kepada BRR mengenai masalah ini. Laporan yang diterima TdH Germany, kata Sri Eni, hal ini juga sudah dibicarakan KKSP dengan BRR Aceh – Nias, UNORC (Office of the UN Recovery Coordinator for Aceh and Nias/ Kantor PBB Koordinator Pemulihan Aceh dan Nias) 

dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. 

“Para pihak tersebut sudah mendapatkan informasi itu. Masyarakat juga diinformasikan dalam sejumlah pertemuan, yang dihadiri panitia pembangunan, aparat desa, dan camat sejak,” kata Sri Eni. 

Masyarakat Jangan Resah  

Berkaitan dengan sisa sebanyak 81 rumah yang tidak terlesaikan KKSP pembangunannya, Direktur Eksekutif KKSP Muhammad Jailani, meminta masyarakat tidak resah. Sebab persoalan ini sudah diserahkan kepada BRR sepenuhnya. 

“Di Gunong Kleng, BRR sudah melakukan pembangunan sisa rumah yang tidak terselesaikan KKSP. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Jailani. 

Dengan adanya komitmen BRR untuk membantu merampungkan pembangunan rumah yang tak terselesaikan KKSP, maka total rumah yang dibangun KKSP sebanyak 718 unit yang tersebar pada enam desa di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya dan Bireuen. Dari jumlah itu, yang sedang dalam tahap pengerjaan tinggal 178 unit lagi di Gunong Kleng dan Peunaga Rayeuk yang diperkirakan selesai pada Mei mendatang. (*)