Arsip untuk Maret, 2007

h1

Program Perumahan KKSP di NAD Berakhir Mei 2007

Maret 17, 2007

Yayasan KKSP segera merampungkan program pembangunan perumahan yang tengah berlangsung di tiga kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada akhir Mei mendatang. Pasca pembangunan perumahan, selanjutnya akan dilaksanakan program pendidikan dan kesehatan untuk anak, pemberdayaan bidang ekonomi

Direktur Eksekutif Yayasan KKSP Muhammad Jailani, MA, menyatakan, Mei merupakan batas akhir yang ditetapkan lembaga ini untuk merampungkan semua pembangunan perumahan yang berlangsung di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya dan Bireuen.

“Saat ini kami sedang merampungkan sebanyak 178 rumah lagi di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Insya Allah, kita selesai tepat waktu pada Mei mendatang,” kata Muhammad Jailani di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (17/3/2007).

Disebutkan Jailani, sejak pelaksanaan program perumahan di NAD dimulai KKSP Maret 2005, ada sejumlah kendala bersifat teknis dan nonteknis yang dialami. Namun, kata dia, dukungan dan kerjasama dari pemerintah daerah maupun warga, sangat membantu. Sehingga program yang digagas KKSP bersama lembaga Terre des Hommes (TdH) Germany dan TdH Netherland tersebut dapat berlangsung baik.

“Dukungan memang demikian kuat, terutama warga, yang menunjukkan semangat kegotongroyongan demikian besar. Sesuatu yang sebenarnya di luar ekspektasi kami. Ini kearifan lokal yang perlu dijaga terus-menerus,” ujar Muhammad Jailani, didampingi Syamsul, Manager Operasional Yayasan KKSP.

Warga yang Menentukan

Mengenai pola pembangunan rumah, Manager Operasional Syamsul menyatakan, keterlibatan masyarakat sangat intens. KKSP menyediakan pendanaan, sementara pilihan tempat dan model rumah yang akan dibangun diserahkan sepenuhnya kepada calon penerima bantuan.

“Model rumah untuk setiap wilayah berbeda. Bergantung pada waktu pembangunan dan lokasi,” kata Syamsul.

Pada tahap awal, kebanyakan rumah yang dibangun tipe semi permanen. Misalnya di Kuala Tripa, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Di sini rumah yang dibangun tipe 36 semipermanen. Sementara tipe 42 semipermanen dibangun di Desa Angkieng Barat Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Alasan utama adalah efesiensi waktu, sehingga warga yang selama ini berada di penampungan dapat segera menempati rumah. Pola semi permanen juga dilakukan untuk rumah bantuan yang berada di kawasan rawa-rawa, dengan pertimbangan teknis konstruksi.

Sementara rumah yang dibangun tipe 42 permanen di antaranya berada di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meurebo, Aceh Barat yang diresmikan Pelaksana Tugas Bupati (Plt) Aceh Barat Teuku Alamsyah Banta, pada 1 Februari 2007 lalu.

Disebutkan Syamsul, dalam pembangunan setiap rumah, selain menentukan sendiri lahan yang akan dibangun, calon penerima bantuan jua dipersilahkan untuk menunjuk sendiri tukang, dengan batasan standar upah kerja yang telah ditentukan. Material bangunan disediakan KKSP, demikian juga sarana pendistribusian material.

“Kebanyakan pemilik rumah turut serta membangun dan mendapat upah dari pekerjaan itu. Dengan demikian dia bisa memastikan kualitas bangunan, walau kita juga punya pengawas kualitas untuk itu,” ujarnya.

Pasca pembangunan perumahan di Aceh Barat, kata Syamsul, KKSP masih akan melakukan serangkaian program bantuan. Di antaranya pendidikan anak, kesehatan, pemberdayaan ekonomi. Program itu berdurasi tiga tahun.

Seperti halnya penerima bantuan perumahan, maka calon penerima bantuan perekonomian, akan diusulkan dari pemerintahan desa, dan selanjutnya diseleksi. Dengan berjalannya program ini, diharapkan tingkat perekonomian di wilayah pelaksanaan program, akan semakin baik.